20 Sifat Sifat Allah Arti dan Penjelasanya Terlengkap (Wajib, Mustahil)

Pengertian sifat Allah merupakan sifat yang sempurna dan tidak terhingga bagi Allah. Kita sebagai umat muslim wajib untuk mengetahui dan beriman kepada sifat-sifat Allah dan hal–hal lain yang berkaitan dengan rukun iman dan rukun islam.

Menurut ulama, sifat–sifat Allah sebenarnya sangat banyak karena Allah Maha Sempurna. Namun berdasarkan dalil–dalil, sifat-sifat Allah sendiri ada tiga, yaitu sifat wajib bagi Allah, sifat mustahil bagi Allah, dan yang terakhir adalah sifat jaiz bagi Allah.

Sifat-sifat Allah banyak terdapat di dalam dalil, dan berikut ini adalah beberapa terjemahan dari dalil yang terkandung di dalam Al Quran dan hadits yang menjelaskan mengenai sifat-sifat Allah.

Yang pertama yaitu dari Q.S Al–Baqarah 163 yang berbunyi “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia”.

Lalu ada lagi dari Q.S Al–Baqarah 20 “Sesungguhnya Allah itu Amat Berkuasa atas segala sesuatu”. Serta dalil dan hadits lain yang masih banyak terdapat di dalam Quran.

Artikel terkait: 25 Nama-Nama Nabi Dan Rasul Lengkap (Urutan & Mukjizatnya!)

Sifat-sifat Allah yang Perlu dan Wajib Anda Ketahui

Salah satu kitab kuning yang telah membahas mengenai aqidah sifat-sifat Allah ini adalah Aqidah Al–Awwam dari Sayyid Ahmad Al–Marzuki Al–Maliki yang ditulis pada 1258 H. Kitab ini memiliki beberapa bab atau pasal.

Di bab pertama membahas mengenai sifat-sifat wajib yang dimiliki oleh Allah, sifat jaiz dan juga sifat mustahil bagi Allah.

Jumlah dari sifa–sifat tersebut ada 41 yang terdiri atas 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil dan 1 sifat jaiz bagi Allah. Berikut adalah uraiannya:

  1. Sifat Wujud (Wajib), Sifat Adam (Mustahil)

Sifat wajib Allah yang pertama adalah wujud yang berarti Ada. Wujud ini memberikan penjelasan bahwa Allah merupakan suatu zat yang pasti ada dan berdiri sendiri serta tidak diciptakan oleh siapapun dan apapun yang memberikan arti bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT.

Kemudian untuk sifat mustahil dari wajib ini adalah adam yang berarti tidak ada.

  1. Sifat Qidam (Wajib), Sifat Hudus (Mustahil)

Sifat Allah SWT yang berikutnya adalah Qidam yang berarti terdahulu. Sebagai Maha Pencipta, Allah SWT tentu telah terlebih dahulu ada dari pada yang lain atau yang Ia ciptakan serta tidak ada permulaan bagi Allah SWT yang menciptakan segalanya. Allah SWT telah menciptakan segalanya seperti alam semesta dan seisinya.

Dengan itu, Allah SWT telah menjadi yang terdahulu dari pada zat–zat lainnya. Lawan dari sifat wajib Qidam bagi Allah SWT adalah Hudus yang berarti baru.

  1. Sifat Baqa (Wajib), Sifat Fana (Mustahil)

Sifat yang dimiliki Allah SWT selanjutnya yaitu sifat Baqa yang berarti kekal. Lalu untuk sifat mustahil bagi Allah SWT adalah fana yang berarti binasa atau akan berakhir.

Maksud dari Baqa atau kekal di sini adalah bahwa kekekalan yang telah dimiliki oleh Allah SWT ini sebagai pencipta langit dan bumi tidak akan pernah berakhir atau binasa.

  1. Sifat Mukhalaafatuhu Lilhawadits (Wajib), Sifat Mumatsalatuhu Lilhawadits (Mustahil)

Sifat wajib Allah SWT Mukhalaafatuhu Lilhawadits ini merupakan sifat Allah SWT yang memiliki arti bahwa Allah SWT sendiri berbeda dari makhluk ciptaan-Nya.

Untuk sifat mustahil dari Mukhalaafatuhu Lilhawadits adalah Mumatsalatuhu Lilhawadits yang memiliki arti bahwa Allah SWT serupa dengan makhluk ciptaan-Nya.

  1. Sifat Qiyamuhu Binafsihi (Wajib), Sifat Ihtiyaju Lighairihi (Mustahil)

Sifat Allah SWT yang menjadi sifat wajib selanjutnya adalah sifat Qiyamuhu Binafsihi yang berarti berdiri sendiri. Arti dari kalimat berdiri sendiri di sini adalah bahwa Allah SWT ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan.

Selain itu, di dalam menciptakan makhluk–makhluk-Nya ini Allah SWT tidak membutuhkan bantuan dari siapapun. Allah SWT memiliki sifat mustahil atau lawan dari sifat wajib Qiyamuhu Binafsihi adalah Ihtiyaju Lighairihi yang artinya memerlukan makhluk lain.

  1. Sifat Wahdaniyat (Wajib), Sifat Taaddud (Mustahil)

 

Sifat-sifat Allah dalam asmaul husna telah jelas tertera. Untuk sifat wajib Allah SWT yang selanjutnya adalah Wahdaniyat yang artinya yaitu Esa atau tunggal. Maksud dari tunggal di sini yaitu bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa baik dalam sifat, zat, maupun perbuatannya.

Sifat Allah SWT yang berarti Esa ini telah dinyatakan dalam bentuk kelimat syahadat yang semua orang islam pasti mengetahuinya. Sifat mustahil dari Wahdaniyat yaitu Taaddud yang berarti lebih dari satu.

Artikel Terkait: 99 Asmaul Husna & 99 Doanya Lengkap Amalkan (Arab, Inggris, & Artinya!)

  1. Sifat Qudrat (Wajib), Sifat Ajzun (Mustahil)

Sifat wajib Qudrat ini memiliki arti yaitu berkuasa, jadi Allah SWT memiliki segala kekuasaan yang mutlak atas segalanya tanpa ada batasan. Apabila Allah SWT telah berkehendak, maka tidak ada satupun makhluk yang dapat menghalangi kehendak Allah SWT.

Memiliki kekuasaan yang tak terbatas ini berkebalikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya yaitu manusia yang memiliki kelemahan serta kekuasaan yang terbatas. Sifat mustahilnya yaitu Ajzun yang berarti lemah.

  1. Sifat Iradat (Wajib), Sifat Karahah (Mustahil)

Allah SWT memiliki sifat wajib Iradat yang memiliki arti berkehedak, dan sifat mustahil atau sifat kebalikan dari Iradat adalah Karahah yang artinya terpaksa atau tidak ada kemauan.

Maksud dari berkehendak di sini adalah bahwa Allah SWT adalah pencipta alam semesta yang menjadi kehendak dari-Nya tanpa ada paksaan dan campur tangan dari makhluk lain.

  1. Sifat Ilmun (Wajib), Sifat Jahlun (Mustahil)

Sifat wajib bagi Allah SWT yang berikutnya adalah sifat wajib Ilmun yang berarti mengetahui, sedangkan sifat mustahil bagi Allah dan artinya dari Ilmun adalah sifat mustahil Jahlun yang artinya bodoh.

Sifat Ilmun Allah SWT ini bahwa segala pengetahuan yang dimiliki-Nya adalah tidak terbatas dan tidak juga dapat dibatasi. Allah SWT mengetahui segala hal yang ada di alam semesta baik yang terlihat maupun yang ghaib.

  1. Sifat Hayat (Wajib), Sifat Maut (Mustahil)

Allah SWT memiliki sifat wajib Hayat yang berarti hidup, dan Allah SWT memiliki sifat mustahil dari Hayat yaitu Maut yang artinya mati atau binasa.

Kesempurnaan Allah SWT kembali terbukti ketika diri-Nya mampu hidup dengan zat-Nya sendiri dan tidak ada satu makhluk pun yang menghidupkan-Nya.

Berbanding terbalik dengan makhluk ciptaan-Nya yang dihidupkan oleh Allah SWT dan suatu saat mereka juga akan dimatikan.

  1. Sifat Sama’ (Wajib), Sifat Shummun (Mustahil)

 

Sifat wajib yang Allah SWT miliki berikutnya adalah sifat Sama’ yang berarti mendengar dan sifat mustahilnya yatu sifat Shummun yang berarti tidak mendengar.

Allah SWT dapat mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini dan tidak ada satupun suara yang tidak terlepas dari pendengaran-Nya meskipun hanya berupa bisikan.

  1. Sifat Basar (Wajib), Sifat Umyun (Mustahil)

Sifat wajib Basar ini berarti melihat, sedangkan sifat mustahilnya yaitu Umyun yang berarti buta. Sifat wajib ini berarti Allah SWT mampu melihat segalanya yang ada di alam semesta baik kecil maupun besar dan yang terlihat maupun tidak.

Penglihatan Allah SWT ini tidaklah terbatas atau dibatasi oleh suatu hal apapun.

  1. Sifat Kalam (Wajib), Sifat Bukmun (Mustahil)

Sifat wajib Kalam artinya berbicara. Allah SWT dengan sifat Kalam tersebut yang begitu sempurna mampu berbicara tanpa harus menggunakan bantuan dalam bentuk apapun dan terbukti atas semua firman-Nya di dalam kitab yang telah diturunkan kepada para utusan-Nya.

Sifat mustahil dari Kalam yaitu Bukmun yang artinya bisu.

  1. Sifat Qadiron (Wajib), Sifat Ajizan (Mustahil)

Sifat Qadiran memiliki arti berkuasa, sedangkan Ajizun artinya adalah lemah. Allah SWT memiliki sifat Qadiran karena Allah SWT lah yang menjadi penguasa dari seluruh makhluk ciptaan-Nya tanpa terkecuali.

  1. Sifat Muridan (Wajib), Sifat Mukrahan (Mustahil)

Sifat Muridan ini artinya berkehendak, dan sifat mustahil mukrahan artinya terpaksa. Dengan sifat wajib berkehendak ini Allah SWT akan melakukan apapun jika berkehendak dan semua kehendaknya pasti akan terwujud tanpa suatu halangan apapun.

  1. Sifat Aliman (Wajib), Sifat Jahilan (Mustahil)

Allah SWT memiliki sifat wajib berikutnya yaitu sifat Aliman yang berarti mengetahui, dan sifat mustahil-Nya yaitu Jahilan yang berarti bodoh.

Dengan Allah SWT yang memiliki sifat wajib ini akan membuktikan bahwa Allah SWT adalah Maha Mengetahui semua hal yang ada di alam semesta ini baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi termasuk isi hati dan pikiran dari makhluk ciptaan-Nya.

  1. Sifat Hayyan (Wajib), Sifat Mayitan (Mustahil)

Sifat wajib bagi Allah SWT yang berarti hidup ini adalah sifat wajib Hayyan, dan sifat mustahil bagi Allah SWT untuk Hayyan adalah Mayitan yang berarti mati atau binasa.

Sifat hidup ini memberikan Allah SWT tidak pernah tidur dan tidak pernah mati serta tidak lengah sedikitpun dari segala hal yang menjadi kebiasaan dari ciptaan-Nya.

  1. Sifat Sami’an (Wajib), Sifat Ashamma (Mustahil)

Sifat Sami’an ini merupakan sifat wajib yang dimiliki Allah SWT dengan artinya yaitu mendengar. Sifat mendengar ini berarti bahwa Allah SWT adalah zat yang memiliki pendengaran yang sempurna dan tidak ada batasannya untuk hal tersebut.

Sifat kebalikan dari sifat wajib sami’an adalah sifat Ashamma yang berarti tuli atau tidak dapat mendengar.

  1. Sifat Bashiiran (Wajib), Sifat A’maa (Mustahil)

Sifat wajib Bashiiran yang dimiliki Allah SWT adalah artinya melihat. Jadi Allah SWT mampu melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta tanpa batasan sedikitpun sehingga sangat mustahil bagi Allah SWT memiliki sifat A’maa yang berarti buta atau tidak dapat melihat.

  1. Sifat Mutakaliman (Wajib), Sifat Abkam (Mustahil)

Sifat wajib yang dimiliki Allah SWT yang terakhit adalah sifat Mutakaliman yang berarti dapat berbicara, hal ini dibuktikan oleh Allah SWT yang mampu berbicara atau berfirman di dalam kitab-Nya.

Dan sangat mustahil bagi Allah memiliki sifat Abkam yang berarti bisu atau tidak dapat berbicara. Sifat ini merupakan sifat akhir dalam sebutkan 20 sifat Allah.

Demikian 20 sifat wajib Allah dan penjelasannya yang dapat Anda pahami dan resapi. Untuk Sifat-sifat Allah yang masuk ke dalam sifat Jaiz hanya satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya.

Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat suatu hal atau yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Leave a Comment